Rasa ingin tahu anak-anak sering kali membawa mereka ke dalam situasi yang berbahaya namun terlihat sepele, salah satunya adalah memasukkan benda-benda kecil ke dalam lubang hidung. Mulai dari biji kacang, manik-manik, hingga potongan mainan, benda-besa tersebut bisa terjepit dan menyebabkan sumbatan atau infeksi. Sebagai bagian dari upaya literasi kesehatan bagi orang tua di wilayah Jawa Timur, SMPN 1 Madiun melalui organisasi PMR-nya merilis panduan mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan saat menghadapi kasus benda asing yang menyumbat saluran pernapasan anak secara tidak sengaja.
Hal pertama yang ditekankan dalam edukasi ini adalah larangan untuk mencoba mengambil benda tersebut menggunakan jari, lidi, atau pinset jika posisinya sudah berada jauh di dalam lubang hidung. Tindakan ceroboh ini sering kali justru mendorong benda tersebut masuk lebih dalam ke arah nasofaring, yang berisiko menyebabkan benda masuk ke saluran pernapasan bawah (paru-paru) atau melukai dinding dalam hidung yang kaya akan pembuluh darah. Orang tua di Madiun diingatkan untuk tetap tenang agar anak tidak ikut panik dan mulai menangis histeris, yang dapat memicu tarikan napas pendek dan kuat yang justru menarik benda semakin dalam.
Langkah cara pertama yang aman dilakukan di rumah adalah dengan meminta anak untuk bernapas melalui mulut. Jika anak sudah cukup besar dan kooperatif, Anda bisa mencoba teknik hembusan napas paksa. Tutup lubang hidung yang tidak tersumbat menggunakan jari, lalu minta anak untuk meniup atau membuang napas dengan kuat melalui hidung yang tersumbat tersebut (seperti gerakan membuang ingus). Teknik ini sering kali efektif untuk mengeluarkan benda yang permukaannya licin atau tidak terlalu terjepit kuat oleh dinding mukosa. Namun, jika dalam dua atau tiga kali percobaan benda tidak bergerak, segera hentikan upaya tersebut.
Terdapat juga teknik khusus yang dikenal sebagai “Mother’s Kiss” atau ciuman ibu. Dalam prosedur ini, penolong meletakkan mulutnya di atas mulut anak yang terbuka, membentuk segel yang rapat, lalu menutup lubang hidung yang tidak tersumbat dengan jari. Penolong kemudian memberikan tiupan udara singkat dan cepat ke dalam mulut anak. Tekanan udara yang masuk melalui mulut akan dialirkan ke belakang hidung dan diharapkan dapat mendorong benda asing keluar. Tim PMR SMPN 1 Madiun menekankan bahwa teknik ini hanya boleh dilakukan dengan hati-hati dan jika penolong memahami prosedurnya secara aman untuk menghindari cedera pada gendang telinga anak.
