Kesehatan adalah harta yang paling berharga dan menjadi prasyarat utama bagi keberhasilan proses belajar mengajar di lingkungan sekolah. Sebagai upaya nyata dalam cegah virus dan berbagai penularan penyakit musiman, diperlukan komitmen bersama dari seluruh warga sekolah untuk menciptakan lingkungan yang higienis. Pihak sekolah secara konsisten mengedukasi siswa mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui berbagai penyuluhan dan praktik langsung di lapangan. Salah satu materi yang sering ditekankan adalah mengenai hubungan cairan tubuh dengan tingkat fokus belajar, di mana kecukupan konsumsi air putih sangat berpengaruh pada performa otak siswa. Dengan biasakan perilaku sehat setiap hari, SMPN 1 Madiun berharap dapat meminimalisir angka absensi karena sakit serta menciptakan atmosfer pendidikan yang lebih produktif dan ceria bagi seluruh siswa dan guru.
Penerapan PHBS di sekolah dimulai dari kebiasaan mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir secara benar. Sekolah menyediakan fasilitas wastafel yang memadai di depan setiap ruang kelas dan area kantin agar siswa mudah mengaksesnya. Mencuci tangan adalah langkah paling sederhana namun paling efektif dalam memutus rantai penyebaran kuman dan virus yang menempel pada benda-benda publik. Selain itu, siswa juga diajarkan untuk menjaga kebersihan kuku dan rambut sebagai bagian dari perawatan diri yang fundamental. Guru-guru secara rutin melakukan pemeriksaan kebersihan diri siswa setiap pagi untuk memastikan bahwa kesadaran akan higienitas telah mendarah daging dalam rutinitas harian mereka.
Kebersihan lingkungan sekolah juga menjadi fokus utama dalam program PHBS ini. Program “Semut” atau sejenak memungut sampah setiap kali melihatnya, telah menjadi budaya yang unik di SMPN 1 Madiun. Dengan lingkungan yang bersih dari sampah, terutama genangan air, risiko penyebaran penyakit yang dibawa oleh vektor seperti nyamuk dapat ditekan. Pengelolaan kantin sekolah juga diawasi secara ketat untuk memastikan bahwa makanan yang dijual bebas dari bahan pengawet berbahaya dan disajikan dalam kondisi tertutup. Nutrisi yang baik dan lingkungan yang bersih adalah kombinasi terbaik untuk memperkuat sistem imun siswa sehingga mereka tidak mudah terserang penyakit di tengah perubahan cuaca yang ekstrem.
