Madiun adalah kota yang kaya akan sudut-sudut arsitektur bersejarah, budaya yang kental, dan denyut nadi kehidupan urban yang menarik untuk diabadikan. Bagi para siswa di SMPN 1 Madiun, keindahan kota tersebut tidak hanya dinikmati dengan mata telanjang, tetapi direkam secara kreatif melalui media kamera. Melalui proyek bertajuk Madiun Lewat Lensa, para pelajar diajak untuk mengeksplorasi setiap sudut kota dan mengabadikannya dalam karya-karya fotografi yang penuh estetika. Program ini bertujuan untuk mengasah kreativitas visual sekaligus memperkenalkan potensi wisata dan sejarah lokal melalui perspektif anak muda.
Proyek ini bermula dari pelajaran seni budaya yang dikembangkan menjadi kegiatan luar ruang yang dinamis. Para Siswa di SMPN 1 Madiun diberikan pelatihan dasar mengenai teknik fotografi, mulai dari pemahaman tentang komposisi, pencahayaan, hingga penggunaan sudut pandang (angle) yang unik. Mereka diajarkan bahwa sebuah Karya Fotografi yang baik tidak selalu memerlukan kamera mahal, melainkan memerlukan kepekaan rasa dan ketajaman mata dalam menangkap momen. Dengan memanfaatkan gawai maupun kamera digital sederhana, mereka mulai memotret gedung-gedung tua, aktivitas pedagang di pasar tradisional, hingga keindahan taman kota di waktu senja.
Hasil bidikan para siswa ini ternyata sangat mengejutkan. Banyak foto yang dihasilkan memiliki nilai Estetik yang tinggi, mampu menampilkan sisi lain kota Madiun yang jarang diperhatikan oleh orang dewasa. Melalui lensa mereka, sebuah gang sempit atau pantulan cahaya di atas aspal setelah hujan bisa menjadi sebuah karya seni yang bercerita. Di SMPN 1 Madiun, sekolah menyediakan platform berupa pameran berkala di koridor sekolah dan galeri digital di media sosial untuk memamerkan hasil karya tersebut. Hal ini memberikan rasa bangga yang luar biasa bagi siswa, karena karya mereka diapresiasi oleh teman, guru, bahkan masyarakat umum.
Kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana literasi budaya dan sejarah. Sebelum memotret sebuah objek bersejarah, siswa diwajibkan melakukan riset singkat mengenai latar belakang objek tersebut. Dengan demikian, proses memotret menjadi lebih bermakna karena ada pemahaman narasi di baliknya. Mereka belajar tentang sejarah perkeretaapian di Madiun, asal-usul monumen tertentu, hingga nilai-nilai sosial yang ada di tengah masyarakat. Fotografi menjadi jembatan bagi siswa untuk lebih mencintai kota kelahiran mereka dan menghargai setiap detail perkembangan yang terjadi di lingkungan sekitar mereka.
