Menjadi anggota masyarakat yang baik tidak hanya diukur dari kecerdasan, tetapi juga dari seberapa besar kepedulian yang dimiliki terhadap sesama. Kunci utama untuk bisa berkontribusi positif di masyarakat adalah dengan membangun empati. Membangun empati berarti mampu merasakan dan memahami perasaan orang lain, sehingga terdorong untuk bertindak membantu. Kemampuan ini menjadi fondasi penting bagi setiap individu, terutama bagi remaja di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), untuk tumbuh menjadi pribadi yang peduli dan bertanggung jawab.
Sekolah memiliki peran sentral dalam membangun empati melalui berbagai kegiatan yang mendorong interaksi sosial dan kepedulian. Salah satu program yang efektif adalah kegiatan sukarela. Misalnya, pada hari Sabtu, 28 September 2025, SMP Negeri 3 Bekasi mengadakan kunjungan ke sebuah panti jompo. Sebanyak 80 siswa terlibat dalam kegiatan ini, di mana mereka tidak hanya membantu membersihkan lingkungan panti, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para lansia, mendengarkan cerita mereka, dan memberikan hiburan sederhana. Pengalaman ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya menghargai orang yang lebih tua dan menumbuhkan rasa empati yang mendalam.
Selain kegiatan di luar sekolah, empati juga dapat dilatih melalui metode pembelajaran di kelas. Guru dapat mengintegrasikan nilai-nilai empati ke dalam mata pelajaran. Sebagai contoh, pada tanggal 5 Oktober 2025, guru Bahasa Indonesia di sebuah SMP di Jakarta Pusat memberikan tugas kepada siswa untuk menulis cerita pendek dari sudut pandang tokoh yang mengalami kesulitan, seperti anak yatim atau korban bencana. Tugas ini mendorong siswa untuk membayangkan dan merasakan penderitaan orang lain, sehingga mereka dapat membangun empati secara imajinatif. Dengan demikian, empati tidak hanya menjadi konsep abstrak, tetapi sesuatu yang bisa dirasakan dan diungkapkan.
Membangun empati juga diperkuat melalui acara-acara sekolah yang melibatkan komunitas luas. Pada hari Jumat, 10 Oktober 2025, sekolah mengadakan bazaar amal yang seluruh keuntungannya disumbangkan kepada yayasan anak-anak dengan kebutuhan khusus. Siswa-siswa terlibat langsung dalam seluruh proses, mulai dari persiapan, promosi, hingga penjualan. Kegiatan ini mengajarkan mereka tentang kerja sama tim, tanggung jawab, dan yang terpenting, kebahagiaan dari berkontribusi positif untuk orang lain. PMI Cabang Bekasi juga bekerja sama dengan pihak sekolah memberikan pelatihan dasar pertolongan pertama, yang menanamkan kesadaran untuk peka terhadap kondisi darurat di sekitar. Semua program ini menunjukkan komitmen sekolah dalam membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki hati yang tulus dan peduli.
