Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) kembali menegaskan pentingnya pendidikan kebangsaan sebagai strategi fundamental dalam menangkal penyebaran radikalisme. Di tengah era digital yang memudahkan penyebaran ideologi apapun, pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan menjadi benteng pertahanan yang tak tergantikan. Oleh karena itu, memastikan pentingnya pendidikan kebangsaan diterima oleh setiap lapisan masyarakat adalah prioritas utama.
Dalam sebuah sesi wawancara khusus pada hari Selasa, 13 Mei 2025, Kepala BNPT menjelaskan bahwa radikalisme tumbuh subur karena adanya kekosongan ideologi dan pemahaman yang dangkal tentang nilai-nilai luhur bangsa. Mereka yang terpapar radikalisme seringkali tidak memiliki dasar kebangsaan yang kuat, sehingga mudah dihasut oleh narasi-narasi ekstrem yang menjanjikan utopia palsu. Inilah mengapa pentingnya pendidikan kebangsaan menjadi sangat krusial sebagai kontra-narasi yang efektif dan preventif.
Pendidikan kebangsaan yang dimaksud bukan hanya sekadar teori di bangku sekolah, melainkan internalisasi nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam kehidupan sehari-hari. Ini mencakup pemahaman akan keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan sebagai kekayaan, bukan perpecahan. Kurikulum pendidikan harus mampu menghadirkan materi yang relevan dan menarik agar nilai-nilai ini dapat meresap ke dalam sanubari peserta didik. Contohnya, melalui kegiatan outbond yang melibatkan siswa dari berbagai latar belakang etnis yang digelar di sebuah pusat pelatihan di Bogor pada Maret 2025.
Selain di sekolah formal, pentingnya pendidikan kebangsaan juga harus digaungkan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Orang tua memiliki peran primer dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini. Demikian pula, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi kepemudaan dapat menjadi garda terdepan dalam menyebarkan pesan toleransi, persatuan, dan nasionalisme. Media massa juga memiliki tanggung jawab besar untuk menyajikan konten-konten yang memperkuat rasa kebangsaan dan melawan narasi intoleransi.
Dengan demikian, penekanan Kepala BNPT pada pentingnya pendidikan kebangsaan adalah sebuah seruan untuk kolaborasi multidimensional. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat yang tangguh terhadap paham radikal, memiliki rasa cinta tanah air yang mendalam, dan siap untuk menjaga keutuhan serta kemajuan bangsa. Pendidikan kebangsaan adalah kunci untuk membangun Indonesia yang damai, harmonis, dan bersatu di tengah berbagai perbedaan.
