Edukasi mengenai pengelolaan limbah organik tanpa menggunakan sarana api disosialisasikan secara masif kepada seluruh warga sekolah. Pelaksanaan instruksi larangan keras tindakan membakar sampah dedaunan kering di pekarangan menjadi kebijakan utama dalam menjaga kualitas udara. Petugas sekolah dan para siswa diarahkan untuk mengalihkan seluruh serasah daun gugur menuju lubang pembuat pupuk kompos yang tersedia. Langkah preventif ini bertujuan untuk menghilangkan potensi titik api baru serta mencegah timbulnya polusi asap harian.
Penyampaian imbauan ramah lingkungan ini disampaikan secara berulang pada kegiatan apel pagi dan pemasangan poster himbauan di koridor. Siswa diajarkan dampak buruk asap pembakaran sampah yang mengandung gas beracun bagi kesehatan organ pernapasan manusia. Dengan menghentikan kebiasaan membakar serasah, lingkungan sekolah menjadi bebas dari kepulan asap tebal yang mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar.
Kedisiplinan dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah ini sejalan dengan kerapian diri siswa, seperti menjaga kebersihan dari noda minyak baju seragam harian agar selalu tampil rapi. Kesadaran untuk merawat diri dan lingkungan sekitar menjadi bagian tak terpisahkan dari pembentukan karakter murid yang berdisiplin tinggi. Penampilan yang bersih dan lingkungan belajar yang segar menciptakan atmosfer pendidikan yang sangat kondusif setiap hari.
Pemanfaatan limbah dedaunan kering menjadi pupuk organik kompos diolah langsung oleh kader lingkungan sekolah dengan pendampingan guru. Hasil olahan pupuk tersebut dimanfaatkan kembali untuk menyuburkan tanaman hias dan pohon peneduh di sekitar kawasan sekolah. Siklus daur ulang limbah organik ini memberikan pembelajaran nyata mengenai konsep pengelolaan sampah bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.
Respon positif ditunjukkan para siswa dengan aktif mengumpulkan sampah daun kering ke dalam bak penampungan komposter yang telah disediakan. Tidak ada lagi tumpukan sampah yang dibakar di area sudut pekarangan sekolah seperti yang pernah terjadi di masa lalu. Perubahan perilaku kolektif ini secara efektif menciptakan kawasan sekolah bebas asap yang sehat, asri, dan aman bagi pernapasan.
Sosialisasi larangan pembakaran sampah daun kering terbukti sukses mengubah pola pikir warga sekolah dalam mengelola limbah secara modern. Pengolahan serasah menjadi pupuk kompos memberikan solusi ganda bagi masalah kebersihan dan penyuburan tanaman sekolah secara alami. Gerakan hidup bersih bebas asap ini diharapkan dapat ditiru oleh lingkungan masyarakat di sekitar lokasi sekolah.
