Bahan sederhana di sekitar sekolah dapat menjadi sumber ide untuk membuat kerajinan. Stik es krim yang sudah tidak digunakan dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan menjadi wadah alat tulis. Kegiatan ini memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kreativitas sambil memahami bahwa sebagian barang sisa masih dapat digunakan kembali melalui proses yang aman dan terencana.
Tahap awal dapat berupa pemilahan bahan. Siswa memastikan stik berada dalam kondisi bersih dan tidak memiliki bagian yang membahayakan. Setelah itu, mereka menentukan bentuk wadah yang ingin dibuat. Guru dapat memberikan contoh dasar, tetapi siswa tetap diberi ruang untuk mengembangkan desain sesuai kemampuan masing-masing.
Penyusunan stik membutuhkan ketelitian karena setiap bagian perlu ditempatkan secara teratur. Perekat yang digunakan juga harus sesuai dan digunakan dengan pengawasan. Siswa dapat belajar bahwa kekuatan sebuah kerajinan dipengaruhi oleh susunan material. Proses tersebut melatih koordinasi tangan sekaligus kemampuan mengikuti tahapan kerja.
Ide kerajinan dapat diperluas melalui [kerajinan bahan alami](https://smpn1madiun.id/teknik-kreatif-memanfaatkan-potongan-ranting-pohon-kering-suvenir-kerajinan/) sebagai perbandingan material. Siswa dapat mengamati perbedaan karakter bahan serta cara pengolahannya. Pembahasan tersebut mendorong mereka mencari material yang tersedia tanpa mengabaikan keamanan dan fungsi hasil kerajinan.
Setelah wadah selesai, siswa dapat menghias permukaannya dengan motif sederhana. Mereka kemudian menguji apakah wadah mampu menampung alat tulis dengan baik. Hasil uji dapat menjadi bahan evaluasi sebelum karya dipresentasikan. Guru dapat memberikan penilaian berdasarkan proses, kerapian, kreativitas, dan fungsi.
Kegiatan membuat wadah dari stik bekas memberikan pengalaman yang bermanfaat. Siswa belajar memanfaatkan material sederhana sekaligus mengembangkan kemampuan merancang benda. Nilai lingkungan juga dapat diperkenalkan melalui kebiasaan menggunakan kembali barang yang masih layak. Dengan pendekatan kreatif, prakarya menjadi kegiatan yang menggabungkan keterampilan tangan, imajinasi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
